عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّى مِنَ اللَّيْلِ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُوتِرُ مِنْ ذَلِكَ بِخَمْسٍ لاَ يَجْلِسُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ فِى آخِرِهَا.
(رواه مسلم: ٧٣٧)
Artinya: dari Aisyah, ia berkata: Rasulullah SAW biasa shalat malam sebanyak tiga belas rakaat. Ia berwitir dengan lima rakaat, dan beliau tidak duduk di antara rakaat-rakaat itu kecuali pada rakaat terakhir.”
(HR Muslim no: 737)
Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan rutin dalam shalat malam dengan jumlah tiga belas rakaat, termasuk di dalamnya shalat witir. Ia melaksanakan witir dengan lima rakaat sekaligus tanpa duduk di antara rakaat-rakaat tersebut, kecuali pada rakaat terakhir, yang menunjukkan adanya bentuk khusus dalam pelaksanaan witir beliau.