Anjuran untuk Melaksanakan Shalat Malam (1)


عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُمَيْرٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِى قَيْسٍ يَقُولُ قَالَتْ عَائِشَةُ رضى الله عنها لاَ تَدَعْ قِيَامَ اللَّيْلِ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَدَعُهُ وَكَانَ إِذَا مَرِضَ أَوْ كَسِلَ صَلَّى قَاعِدًا.

(ابو داود: ١٣٠٩)

Artinya: dari Yazid bin Khumair, ia berkata: Aku mendengar Abdullah bin Abi Qais berkata: Aisyah RA berkata: Janganlah engkau meninggalkan salat malam, karena Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkannya. Dan apabila ia sakit atau merasa lemah, ia tetap salat malam dalam keadaan duduk.

(HR Abu Daud no: 1309)

Hadis ini menjelaskan bahwa salat malam (qiyamullail) adalah amalan yang sangat dijaga oleh Rasulullah SAW, bahkan dalam keadaan sakit atau lemah. Aisyah RA menegaskan bahwa Nabi SAW tidak pernah meninggalkan salat malam, dan ketika beliau tidak mampu berdiri, beliau tetap melaksanakannya dalam keadaan duduk. Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan dan kedudukan salat malam dalam kehidupan Rasulullah SAW.