سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى.”
[ش] (الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى) مَعْنَاهُ الصَّبْرُ الْكَامِلُ الَّذِي يَتَرَتَّبُ عَلَيْهِ الْأَجْرُ الْجَزِيلُ لِكَثْرَةِ الْمَشَقَّةِ فِيهِ، وَأَصْلُ الصَّدْمِ الضَّرْبُ فِي شَيْءٍ صُلْبٍ ثُمَّ اسْتُعْمِلَ مَجَازًا.
Artinya: Aku mendengar Anas bin Malik berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kesabaran itu (yang utama) adalah pada saat pertama kali tertimpa musibah.”
(Syarah: Makna “الصبر عند الصدمة الأولى” adalah kesabaran yang sempurna, yang mendatangkan pahala besar karena beratnya ujian saat itu. Kata “صدم” secara asal berarti benturan pada sesuatu yang keras, kemudian digunakan secara majazi untuk segala sesuatu yang datang secara tiba-tiba dan menyakitkan. (HR Muslim 926)