Hadis 36


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا سَأَلَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ فَأَخْبَرَهَا نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ فَجَعَلَهُ اللَّهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ فَمَا مِنْ عَبْدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَنْ يُصِيبَهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ.

Artinya: “Dari Aisyah radhiyallahu anha, bahwa ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang wabah tha’un (penyakit menular). Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahunya bahwa itu adalah azab yang Allah kirimkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Allah menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang mukmin. Maka tidaklah seorang hamba yang ditimpa wabah tha’un lalu ia tetap berada di negerinya dengan sabar dan mengharapkan pahala dari Allah, mengetahui bahwa tidak akan menimpanya kecuali apa yang telah Allah tetapkan baginya, melainkan ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mati syahid.” (Shahih Bukhari, Hadis No. 3474)