Hadis 7


   عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِامْرَأَةٍ تَبْكِي عِنْدَ قَبْرٍ فَقَالَ: “اتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي.” قَالَتْ: إِلَيْكَ عَنِّي فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيبَتِي وَلَ تَعْرِفْهُ. فَقِيلَ لَهَا: إِنَّهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَأَتَتْ بَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ: لَمْ أَعْرِفْكَ. فَقَالَ: “إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى.”

Artinya: Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Nabi ﷺ melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kubur, lalu beliau bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah.” Wanita itu menjawab, “Menjauhlah dariku, karena engkau tidak merasakan musibahku!” Ia tidak mengetahui bahwa yang berbicara adalah Nabi ﷺ. Kemudian dikatakan kepadanya bahwa itu adalah Nabi ﷺ. Maka ia datang ke pintu Nabi ﷺ dan tidak menemukan penjaga di sana. Lalu ia berkata, “Maaf, aku tidak mengenalmu.” Maka Nabi ﷺ bersabda, “Sesungguhnya kesabaran itu adalah pada saat pertama kali tertimpa musibah.”(HR Bukhari 1223)