Hadis 20 Larangan Jual Beli Tangguhan pada Sembelih


عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَىٰ عَنْ بَيْعِ حَبَلِ الْحَبَلَةِ، وَكَانَ بَيْعًا يَتَبَايَعُهُ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ، وَكَانَ الرَّجُلُ يَبْتَاعُ الْجَزُورَ إِلَىٰ أَنْ تُنْتِجَ النَّاقَةُ، ثُمَّ تُنْتِجَ الَّتِي فِي بَطْنِهَا. (رواه البخاري :٢٠٣٦).

Artinya:  hadis dari Abdullah bin Umar RA, bahwa Rasulullah SAW melarang jual beli ḥabal al-ḥabalah, yaitu jual beli yang biasa dilakukan oleh orang-orang jahiliah, di mana seseorang membeli seekor unta betina dengan syarat pembayaran ditunda sampai unta itu melahirkan, lalu anak dalam kandungannya pun melahirkan. (HR al-Bukhari: 2036)

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ يَتَبَايَعُونَ لُحُومَ الْجَزُورِ إِلَىٰ حَبَلِ الْحَبَلَةِ. قَالَ: وَحَبَلُ الْحَبَلَةِ أَنْ تُنْتِجَ النَّاقَةُ مَا فِي بَطْنِهَا، ثُمَّ تَحْمِلَ الَّتِي نُتِجَتْ، فَنَهَاهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذٰلِكَ (رواه البخاري :٣٦٣٠).

Artinya:  hadis dari Ibnu Umar RA, ia berkata: “Dahulu orang-orang jahiliah melakukan jual beli daging unta dengan sistem ḥabal al-ḥabalah.” Ia berkata: “Ḥabal al-ḥabalah adalah ketika unta melahirkan anak yang ada di dalam kandungannya, lalu anak tersebut juga mengandung.” Maka Nabi SAW melarang mereka dari (melakukan jual beli) seperti itu. (HR al-Bukhari: 3630)

عَنْ ابْنِ عُمَرَ: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَىٰ عَنْ بَيْعِ حَبَلِ الْحَبَلَةِ، وَكَانَ بَيْعًا يَتَبَايَعُهُ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ، كَانَ الرَّجُلُ يَبْتَاعُ جَزُورًا إِلَىٰ أَنْ تُنْتِجَ النَّاقَةُ، ثُمَّ تُنْتِجَ الَّتِي فِي بَطْنِهَا (رواه النسائي :٤٦٣٩).

Artinya:  hadis dari Ibnu ‘Umar, bahwa Nabi SAW melarang jual beli ḥabal al-ḥabalah, yaitu jenis jual beli yang biasa dilakukan oleh orang-orang jahiliah, di mana seseorang membeli seekor unta betina dengan syarat pembayaran ditunda sampai unta tersebut melahirkan, lalu anak yang dikandungnya itu juga melahirkan (jadi pembayaran bergantung pada kelahiran cucu dari unta tersebut). (HR al-Nasa’i: 4639)

Hadis-hadis ini menjelaskan larangan Nabi SAW terhadap praktik jual beli yang dikenal dengan istilah ḥabal al-ḥabalah, yang merupakan transaksi yang dilakukan oleh orang-orang Jahiliah. Dalam transaksi ini, seseorang membeli seekor unta betina dengan syarat pembayaran ditunda hingga unta tersebut melahirkan anak, dan kemudian anak yang dilahirkan itu juga harus melahirkan anak lagi. Nabi SAW melarang praktik ini karena unsur ketidakpastian dan spekulatif dalam transaksi tersebut, yang bertentangan dengan prinsip keadilan dalam jual beli.