Hadis 10,Sunnah Menghadiri Sembelihan: Teladan Nabi SAW


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ قَالَ: صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَصْرَ، فَلَمَّا انْصَرَفَ أَتَاهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلِمَةَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّا نُرِيدُ أَنْ نَنْحَرَ جَزُورًا لَنَا وَنَحْنُ نُحِبُّ أَنْ تَحْضُرَهَا، قَالَ: نَعَمْ، فَانْطَلَقَ وَانْطَلَقْنَا مَعَهُ، فَوَجَدْنَا الْجَزُورَ لَمْ تُنْحَرْ، فَنُحِرَتْ، ثُمَّ قُطِّعَتْ، ثُمَّ طُبِخَ مِنْهَا، ثُمَّ أَكَلْنَا قَبْلَ أَنْ تَغِيبَ الشَّمْسُ (رواه البخاري :١۹٧).

Artinya:  hadis dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah SAW pernah mengimami kami shalat Ashar, lalu setelah selesai, datang seorang laki-laki dari Bani Salimah dan berkata, “Wahai Rasulullah SAW, kami ingin menyembelih seekor unta untuk kami dan kami ingin engkau hadir,” maka beliau bersabda, “Ya,” lalu beliau berangkat dan kami pun berangkat bersama beliau, dan kami dapati unta tersebut belum disembelih, lalu disembelihlah unta itu, kemudian dipotong-potong, lalu dimasak sebagian darinya, kemudian kami memakannya sebelum matahari terbenam.” (HR al-Bukhari: 197)

Hadis ini menjelaskan sebuah peristiwa ketika seorang lelaki dari Bani Salimah meminta Rasulullah SAW untuk hadir dalam penyembelihan unta yang akan mereka lakukan. Setelah shalat Ashar, Rasulullah SAW memenuhi permintaan mereka dan berangkat bersama para sahabat. Mereka mendapati unta tersebut belum disembelih, lalu segera disembelih, dipotong, dan dimasak. Mereka pun makan dagingnya sebelum matahari terbenam. Hadis ini menunjukkan bahwa daging kurban dapat segera dimasak dan dimakan setelah penyembelihan, dengan memperhatikan waktu yang tepat, yakni sebelum matahari terbenam pada hari itu.