عَنْ نَافِعٍ سَمِعَ ابْنَ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ يُخْبِرُ ابْنَ عُمَرَ: أَنَّ أَبَاهُ أَخْبَرَهُ أَنَّ جَارِيَةً لَهُمْ كَانَتْ تَرْعَى غَنَمًا بِسَلْعٍ، فَأَبْصَرَتْ بِشَاةٍ مِنْ غَنَمِهَا مَوْتَى، فَكَسَرَتْ حَجَرًا فَذَبَحَتْهَا، فَقَالَ لِأَهْلِهِ: لَا تَأْكُلُوا حَتَّى آتِيَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْأَلَهُ، أَوْ حَتَّى أُرْسِلَ إِلَيْهِ مَنْ يَسْأَلُهُ، فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ بَعَثَ إِلَيْهِ، فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَكْلِهَا. (رواه البخاري :٥۱٨٢).
Artinya: hadis dari Nāfi‘, ia mendengar Ibn Ka‘b bin Mālik memberitahu Ibn ‘Umar: bahwa ayahnya mengabarkan kepadanya bahwa seorang budak perempuan mereka sedang menggembala kambing di daerah Sal‘, lalu ia melihat seekor kambing dari gembalaannya hampir mati, maka ia memecahkan sebuah batu dan menyembelihnya (dengan batu itu). Lalu ayahnya berkata kepada keluarganya: “Jangan kalian makan (dagingnya) sebelum aku mendatangi Nabi SAW untuk bertanya kepadanya, atau sebelum aku mengutus seseorang untuk bertanya kepadanya.” Lalu ia mendatangi Nabi SAW atau mengirim utusan kepadanya, maka Nabi SAW memerintahkan untuk memakannya. (HR al-Bukhari: 5182)
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ: أَنَّ ذِئْبًا نَيَّبَ فِي شَاةٍ، فَذَبَحُوهَا بِمَرْوَةٍ، فَرَخَّصَ لَهُمْ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَكْلِهَا. (رواه ابن ماجه :٣٢٩٧).
Artinya: hadis dari Zaid bin Tsabit, bahwa seekor serigala telah menerkam seekor kambing, lalu mereka menyembelih kambing itu dengan batu tajam (marwah), maka Rasulullah SAW memberikan keringanan kepada mereka untuk memakannya. (HR. Ibnu Majjah: 3297)
عَنِ الشَّعْبِيِّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ صَيْفِيٍّ قَالَ: ذَبَحْتُ أَرْنَبَيْنِ بِمَرْوَةٍ، فَأَتَيْتُ بِهِمَا النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَمَرَنِي بِأَكْلِهِمَا. (رواه ابن ماجه :٣٢٩٦).
Artinya: hadis dari al-Sya‘bi, dari Muhammad bin Shaifi, ia berkata: “Aku telah menyembelih dua ekor kelinci dengan batu tajam (marwah), lalu aku membawanya kepada Nabi SAW maka beliau memerintahkanku untuk memakannya. (HR. Ibnu Majjah: 3296)
Hadis-hadis ini menjelaskan tentang hukum makan daging yang disembelih dengan alat yang tidak biasa, seperti batu tajam (marwah). Dalam beberapa situasi, seperti ketika seorang gembala menyembelih kambing yang hampir mati dengan batu, atau ketika seekor serigala menerkam kambing dan mereka menyembelihnya dengan batu tajam, Nabi SAW membolehkan untuk memakannya. Hal ini juga berlaku pada kelinci yang disembelih dengan batu tajam, di mana Nabi SAW memerintahkan untuk memakannya. Dengan demikian, meskipun cara penyembelihannya tidak menggunakan alat tradisional seperti pisau, jika disembelih dengan cara yang sah dan tepat, maka dagingnya tetap halal untuk dikonsumsi.