عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ دَخَلَ الْخَلَاءَ، فَوَضَعْتُ لَهُ وُضُوءًا، فَقَالَ: «مَنْ وَضَعَ هَذَا؟» فَأُخْبِرَ، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ»
رواه البخاري (143)
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Muhammad ﷺ suatu ketika masuk ke kamar kecil (tempat buang hajat), lalu seseorang meletakkan air wudhu untuk beliau. Maka Nabi ﷺ pun bertanya, “Siapa yang meletakkan ini?” Setelah diberi tahu siapa orangnya, beliau pun berdoa:
“Ya Allah, berilah dia pemahaman dalam agama.”
Hadis ini menggambarkan ketulusan Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma yang masih muda namun sudah peduli dan melayani Rasulullah ﷺ dengan menyiapkan air wudhu tanpa diminta. Sebagai balasan, Nabi ﷺ mendoakannya agar diberi pemahaman dalam agama. Doa ini menjadi sebab Ibnu Abbas dikenal sebagai ulama besar dan penafsir Al-Qur’an. Hadis ini mengajarkan bahwa keikhlasan dalam membantu, sekecil apa pun, bisa mendatangkan keberkahan dan doa dari orang shalih.