عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَبَّلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ وَعِنْدَهُ الْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِيُّ جَالِسًا
فَقَالَ الْأَقْرَعُ: إِنَّ لِي عَشَرَةً مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا، فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ، ثُمَّ قَالَ: “مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ”
(5996)رواه البخاري
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ mencium cucunya, al‑Ḥasan bin ‘Alī, sedangkan al‑Aqrā‘ bin Ḥābis al‑Tamīmī duduk di sisinya. Ketika melihat itu, al‑Aqrā‘ berkata, “Aku memiliki sepuluh orang anak, namun aku tidak pernah mencium seorang pun dari mereka.” Lalu Nabi ﷺ menoleh kepadanya seraya bersabda:
“Barangsiapa yang tidak menyayangi, niscaya ia tidak akan disayangi.”
Hadis ini mengajarkan pentingnya sikap kasih sayang dan kelembutan dalam berinteraksi dengan orang lain, terutama anak-anak. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa orang yang tidak menunjukkan rasa kasih sayang kepada sesama tidak akan mendapatkan rahmat dari Allah. Dengan memeluk dan mencium Hasan bin Ali, Nabi menunjukkan teladan nyata tentang bagaimana memperlihatkan kasih sayang secara langsung. Sikap seperti ini sangat dianjurkan agar tercipta hubungan yang hangat, penuh cinta, dan saling menghormati di antara umat Islam.