بكل سرور! إليك النص الكامل للحديث مع العلامات والتشكيل عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
سَرَنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فِي غَزْوَةِ بَطْنِ بَوَاطٍ وَهُوَ يَطْلُبُ الْمُجْدِيَّ بْنَ عَمْرٍو الْجَهَنِيَّ، وَكَانَ النَّاضِحُ يَعْقُبُهُ مِنَّا الْخَمْسَةَ وَالسِّتَّةَ وَالسَّبْعَةَ، فَدَارَتْ عُقْبَةُ رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ عَلَى نَاضِحٍ لَهُ فَأَنَاخَهُ فَرَكِبَهُ، ثُمَّ بَعَثَهُ فَتَلَدَّنَ عَلَيْهِ بَعْضُ التَّلَدُّنِ، فَقَالَ لَهُ: شَأْ لَعَنَكَ اللَّهُ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: مَنْ هَذَا اللَّاعِنُ بَعِيرَهُ؟ قَالَ: أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: انْزِلْ عَنْهُ فَلَا تُصَاحِبْنَا بِمَلْعُونٍ، لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَوْلَادِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ، لَا تُوَافِقُوا مِنَ اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ فَيُسْتَجَابُ لَكُمْ
Anas bin Malik berkata:
Kami berjalan bersama Rasulullah ﷺ dalam perang Batn Bawat, sedang beliau mencari Al-Mujdi bin Amr Al-Juhani. Di antara kami ada Nadih yang diikuti oleh lima, enam, atau tujuh orang. Tiba-tiba seorang laki-laki dari kaum Anshar menyerang Nadih miliknya, menungganginya, kemudian mengirimnya maju. Nadih kemudian melawan sedikit, lalu orang itu berkata kepadanya, “Semoga Allah mengutukmu!” Rasulullah ﷺ berkata, “Siapakah orang yang mengutuk unta-nya ini?” Ia menjawab, “Saya, ya Rasulullah.” Beliau bersabda, “Turunlah darinya, jangan ikut bersama kami dengan orang yang terkutuk. Jangan mendoakan keburukan atas dirimu, anak-anakmu, dan hartamu. Jangan menyetujui waktu ketika Allah diminta untuk memberi, lalu doa itu dikabulkan untukmu.”
Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga perkataan dan menghindari mengutuk atau mendoakan keburukan kepada diri sendiri, keluarga, maupun harta benda. Nabi Muhammad ﷺ menegaskan bahwa doa buruk yang diucapkan pada saat mustajab (ketika doa cepat diterima oleh Allah) dapat membawa dampak negatif bagi yang mengucapkannya. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam berbicara dan selalu menjaga lisan agar tidak menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. Sikap sabar dan pengendalian diri sangat dianjurkan agar hubungan sosial tetap harmonis dan terhindar dari dosa akibat kata-kata yang tidak baik.