عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُوذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُ
«إِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يَعُوذُ بِهَا إِسْمَاعِيلُ وَإِسْحَاقُ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ»
(5069 )رَوَه ا دَاوُدُ
Hadis dari Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Nabi Muhammad biasa memohon perlindungan untuk kedua cucunya, Hasan dan Husain, dengan mengatakan bahwa ayah mereka, Nabi Ibrahim, juga memohon perlindungan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala setan dan makhluk berbisa serta dari pandangan mata yang membawa malapetaka. Kata “memohon perlindungan” berarti berlindung dan meminta pertolongan, “sempurna” menunjukkan keutamaan dan manfaat yang lengkap, “makhluk berbisa” merujuk pada segala serangga atau makhluk yang membawa bahaya, dan “pandangan mata yang membawa malapetaka” berarti pandangan yang dapat menimbulkan keburukan atau penyakit pada seseorang. Jadi, doa tersebut merupakan permohonan perlindungan yang lengkap dari berbagai macam bahaya lahir dan batin.
Hadis ini mengajarkan pentingnya memohon perlindungan kepada Allah dengan menggunakan kalimat-kalimat yang sempurna dan lengkap, sebagaimana dilakukan oleh Nabi Ibrahim untuk anak-anaknya, dan diteruskan oleh Nabi Muhammad untuk cucunya. Doa ini mencakup perlindungan dari gangguan setan, makhluk berbahaya, serta dari pandangan buruk yang dapat menimbulkan penyakit atau malapetaka. Dengan demikian, hadis ini menegaskan bahwa memohon perlindungan kepada Allah adalah cara terbaik untuk menjaga diri dan orang yang kita sayangi dari segala bentuk bahaya lahir maupun batin, serta menunjukkan bahwa doa dan perlindungan adalah bagian penting dari iman dan ketakwaan.