Bersikap Lembut, Bercanda dan Menyenangkan Hati Anak


عَنْ أَنَسٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا، وَكَانَ لِي أَخٌ يُقَالُ لَهُ أَبُو عُمَيْرٍ – قَالَ أَحْسَبُهُ – فُطَيْمٌ، وَكَانَ إِذَا جَاءَ يَقُولُ: «يَا أَبَا عُمَيْرٍ، مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ؟» وَنُغْرٌ كَانَ يَلْعَبُ بِهِ، فَرُبَّمَا حَضَرَ الصَّلَاةَ وَهُوَ فِي بَيْتِنَا، فَيَأْمُرُ بِالْبِسَاطِ الَّذِي تَحْتَهُ فَيَكْنِسُ وَيُنْضِحُ، ثُمَّ يَقُومُ وَنَقُومُ وَرَاءَهُ فَيُصَلِّي بِنَا

رواه أنس بن مالك

Dari Anas r.a. yang berkata:
“Nabi ﷺ adalah orang yang paling baik akhlaknya. Saya memiliki seorang saudara laki-laki yang bernama Abu Umayr—saya kira dia masih kecil—dan ketika Nabi ﷺ datang, beliau selalu berkata, ‘Wahai Abu Umayr, apa yang telah dilakukan oleh An-Nughayr?’ An-Nughayr adalah burung kecil yang biasa ia mainkan. Terkadang, saat waktu salat tiba dan kami berada di rumah, Nabi ﷺ memerintahkan untuk membersihkan tikar yang ada di bawah kami, menyapunya, lalu menyiraminya. Setelah itu, beliau berdiri dan kami semua berdiri di belakang beliau untuk melaksanakan salat.”

Hadis ini menunjukkan akhlak mulia Nabi Muhammad ﷺ yang sangat lembut dan penuh kasih sayang, tidak hanya kepada orang dewasa tetapi juga kepada anak-anak. Sikap beliau yang sabar dan penuh perhatian terhadap adik Anas yang memiliki kebiasaan unik (memainkan “nughir”) menggambarkan bagaimana Nabi menghargai dan mengakomodasi kebutuhan individu tanpa memaksakan kehendak, bahkan dalam urusan ibadah seperti shalat. Nabi ﷺ memberi kesempatan bagi adik Anas untuk berpartisipasi dan menjaga kebersihan tempat shalat dengan cara yang sederhana dan penuh hormat, sehingga menciptakan suasana yang nyaman dan penuh kasih di lingkungan keluarga dan komunitasnya. Ini juga menjadi contoh teladan bagi kita untuk bersikap sabar dan penuh kasih terhadap anak-anak atau orang-orang dengan kebiasaan khusus dalam kehidupan sehari-hari.