Mengajarkan adab makan


نص الحديث بالتشكيل عَنْ عُمَرِ بْنِ أَبِي سَلْمَةَ، قَالَ كُنْتُ غُلَامًا فِي حِجْرِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ “يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ”، فَمَا زَالَتْ تِلْكَ طَعْمَتِي بَعْدُ صحيح البخاري (5377)

Dari ‘Umar bin Abi Salamah berkata:
Aku pernah menjadi budak di pangkuan Rasulullah ﷺ, dan tanganku sering melebar di piring makan. Maka Rasulullah ﷺ berkata kepadaku:
“Wahai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari bagian yang dekat denganmu.”
Maka sejak saat itu aku selalu mengikuti petunjuk itu.

Hadis ini mengajarkan pentingnya etika dalam makan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ, terutama untuk menyebut nama Allah sebelum makan, menggunakan tangan kanan, dan mengambil makanan dari bagian yang dekat dengan kita. Hal ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan dan syukur kepada Allah, tetapi juga untuk menjaga kesopanan dan kebersihan saat makan. Dengan mengikuti petunjuk Nabi, seseorang dapat menjadikan makan sebagai ibadah yang penuh berkah dan menjauhkan diri dari perilaku buruk atau kebiasaan yang tidak sopan.