Sabar atas kematian anak


بكل سرور! إليك نص الحديث مشكولًا وبشكل مرتب وكامل عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ أَتَى عَلَى امْرَأَةٍ تَبْكِي عَلَى صَبِيٍّ لَهَا، فَقَالَ لَهَا “اتَّقِي اللَّهَ وَاصْبِرِي”. فَقَالَتْ: وَمَا تَبَالِي بِمُصِيبَتِي؟

فَلَمَّا ذَهَبَ، قِيلَ لَهَا: إِنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ، فَأَخَذَهَا مِثْلَ الْمَوْتِ، فَأَتَتْ بَابَهُ، فَلَمْ تَجِدْ عَلَى بَابِهِ بَوَّابَيْنِ، فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، لَمْ أَعْرِفْكَ فَقَالَ: “إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ أَوَّلِ صَدْمَةٍ”
أَوْ قَالَ: “عِنْدَ أَوَّلِ الصَّدْمَةِ”

(5646)رُوَاه أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallāhu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ suatu kali mendatangi seorang wanita yang sedang menangis karena kehilangan anaknya. Beliau berkata kepada wanita itu, “Itaqillāh (bertakwalah kepada Allah) dan aṣbirī (bersabarlah).” Wanita itu menjawab, “Apa urusanku dengan sabar atas musibahku ini?” Setelah Rasulullah ﷺ pergi, barulah ia diberi tahu bahwa yang menasihatinya tadi adalah Nabi ﷺ sendiri. Ia pun sangat terkejut hingga seperti mau pingsan, lalu mendatangi pintu beliau. Namun waktu itu tak ada dua pintu gerbang seperti biasa, ia berkata, “Wahai Rasulullah, tadi aku tidak mengenali Anda.” Beliau menjawab, “Sesungguhnya ṣabr (kesabaran) itu berada pada ṣadramah (ketika pukulan pertama menimpa).”

Hadis ini mengajarkan pentingnya kesabaran terutama saat menghadapi musibah atau kehilangan yang pertama kali terjadi. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa kesabaran yang sejati adalah ketika seseorang mampu menahan diri pada awal kejadian yang menyakitkan, karena saat itu adalah momen paling sulit dan penuh ujian. Dengan bersabar pada saat pertama kali terkena musibah, seseorang akan mendapatkan pahala dan kekuatan untuk menghadapi ujian hidup berikutnya. Hadis ini juga mengingatkan agar kita selalu bertawakal dan menjaga keimanan ketika menghadapi cobaan.