حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا صَالِحٍ يَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم صَلاَةُ الرَّجُلِ فِى الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاَتِهِ فِى بَيْتِهِ وَفِى سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا ، وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لاَ يُخْرِجُهُ إِلاَّ الصَّلاَةُ ، لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلاَّ رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ ، وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلِ الْمَلاَئِكَةُ تُصَلِّى عَلَيْهِ مَا دَامَ فِى مُصَلاَّهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ ، اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ . وَلاَ يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَةٍ مَا انْتَظَرَالصَّلاَةَ (رواه مسلم:
Artinya: Dari Anbasa bin Abu Sufyan dari Ummu Habibah, istri Nabi SAW, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak ada seorang hamba Muslim yang shalat kepada Allah setiap hari sebanyak 12 rakaat sebagai sunnah, selain yang wajib, melainkan Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga
( HR. Muslim 1729).
Hadis ini menjelaskan bahwa Hadis ini mengungkapkan keutamaan melaksanakan salat sunnah rawatib, yang terdiri dari 12 rakaat tambahan yang dilakukan oleh seorang Muslim setiap hari. Rinciannya adalah dua rakaat sebelum Subuh, empat rakaat sebelum dan dua rakaat setelah Zuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dan dua rakaat setelah Isya. Rasulullah SAW menjanjikan bahwa siapa saja yang konsisten melaksanakan salat sunnah ini, Allah akan membangun sebuah rumah untuknya di surga sebagai balasan. Salat sunnah ini, meskipun bukan wajib, memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah. Oleh karena itu, salat sunnah rawatib menjadi amalan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah. Melalui amalan ini, seorang Muslim mendapatkan keutamaan yang luar biasa, yaitu mendapatkan ganjaran berupa rumah di surga, yang menunjukkan besarnya manfaat dari amalan-amalan sunnah yang konsisten dikerjakan.