عَنْ الزُّبَيْرِ بْنِ الْعَوَّامِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَبَّ إِلَيْكُمْ دَاءُ الْأُمَمِ قَبْلَكُمُ: الْحَسَدُ وَالْبَغْضَاءُ
هِيَ الْحَالِقَةُ، لَا أَقُولُ تَحْلِقُ الشَّعْرَ، وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّينَ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا
وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا، أَفَلَا أُنَبِّئُكُمْ بِمَا يُثَبِّتُ ذَاكُمْ لَكُمْ؟ أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ (رواه الترمذي)
Artinya: Dari Abu Shalih dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak (sempurna) beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian (HR. Abi Dawud 5159).
Hadis ini menjelaskan bahwa hadis ini menegaskan pentingnya keimanan dan cinta kasih sesama muslim sebagai syarat masuk surga. Rasulullah SAW menekankan bahwa iman yang sempurna harus mencakup rasa saling mencintai. Dan salah satu cara paling mudah dan nyata untuk menumbuhkan kasih sayang di antara sesama adalah dengan menyebarkan salam. Salam adalah simbol perdamaian, cinta, dan doa keselamatan. Menyebarkan salam, terutama di tempat ibadah seperti masjid, menciptakan suasana ukhuwah dan menjauhkan hati dari kebencian serta prasangka. Ini termasuk sunnah yang ringan tapi besar pahalanya dan sangat berdampak dalam membentuk masyarakat yang harmonis.