Menjaga Lingkungan Masjid


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِر يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ حَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ وَمَنْ أَبْطَأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ (رواه ابن ماجة:٢٣٠)

Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan dari seorang mukmin dari kesusahan-kesusahan dunia, niscaya Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan pada hari Kiamat. Dan barang siapa yang menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aibnya) di dunia dan di akhirat. Dan barang siapa yang memberikan kemudahan kepada orang yang sedang dalam kesulitan, niscaya Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. Dan barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), membaca Kitabullah (Al-Qur’an), dan mempelajarinya bersama, kecuali mereka akan diliputi oleh ketenangan, dilimpahi rahmat, dikelilingi oleh para malaikat, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk-makhluk-Nya yang berada disisi-Nya. Dan barang siapa yang lambat amalnya, maka nasabnya tidak akan mempercepatnya (HR. Ibnu Majah 230).

Hadis ini menjelaskan bahwa hadis ini menggarisbawahi kemuliaan orang-orang yang mencari ilmu. Allah memudahkan jalan menuju surga bagi mereka yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu, apalagi jika prosesnya dilakukan di masjid tempat suci yang diberkahi. Aktivitas membaca dan mengkaji Al-Qur’an di masjid tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mengundang rahmat, ketenangan, serta perhatian dari para malaikat dan pujian dari Allah sendiri.