Menjaga Kebersihan Masjid


عَنْ أَبِى ذَرٍّ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ عُرِضَتْ عَلَىَّ أَعْمَالُ أُمَّتِى حَسَنُهَا وَسَيِّئُهَا فَوَجَدْتُ فِى مَحَاسِنِ أَعْمَالِهَا الأَذَى يُمَاطُ عَنِ الطَّرِيقِ وَوَجَدْتُ فِى مَسَاوِى

أَعْمَالِهَا النُّخَاعَةَ تَكُونُ فِى الْمَسْجِدِ لاَ تُدْفَنُ (رواه مسلم: ١٢٦١)

Artinya: Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi SAW, beliau bersabda: Telah diperlihatkan kepadaku amalan-amalan umatku, yang baik dan yang buruk. Maka aku mendapati di antara amal kebaikan mereka adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan aku mendapati di antara amal keburukan mereka adalah dahak yang berada di masjid dan tidak ditanam (ditutupi).(HR. Muslim 1267).

Hadis ini menjelaskan bahwa membiarkan dahak di masjid tanpa membersihkannya. Ini menjadi pelajaran penting bahwa menjaga kebersihan masjid adalah bagian dari adab besar dalam Islam. Masjid adalah tempat suci yang harus dihormati dengan menjaga kesuciannya dari segala bentuk najis dan kotoran. Maka dari itu, hadis ini secara langsung berkaitan dengan sunnah-sunnah di masjid, terutama dalam menjaga kebersihan, tidak mengganggu jamaah lain, serta selalu menebar manfaat. Menyingkirkan gangguan dan menjaga masjid tetap bersih bukan hanya sopan santun, tapi bernilai ibadah yang sangat besar.