Mengingat Allah swt Selama di Masjid


عَنِ الأَغَرِّ أَبِي مُسْلِمٍ أَنَّهُ قَالَ أَشْهَدُ عَلَى أَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِندَه (رواه مسلم) .»

Artinya: Dari al-Agharr Abu Muslim, ia berkata: Saya bersaksi bahwa Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri bersaksi bahwa Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidaklah suatu kelompok duduk untuk berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla, melainkan mereka akan dikelilingi oleh malaikat, diliputi oleh rahmat, diturunkan kepada mereka ketenangan, dan Allah akan menyebut mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya (HR. Muslim 7030).

Hadis ini menjelaskan bahwa hadis ini sangat relevan dengan sunnah di dalam masjid karena menggambarkan keutamaan berkumpul di masjid untuk berdzikir kepada Allah. Berikut adalah beberapa hubungan yang bisa ditarik antara hadis ini dan amalan sunnah di masjid: Keutamaan Berkumpul di Masjid untuk Dzikir: Masjid merupakan tempat utama untuk beribadah dan berdzikir kepada Allah. Berdzikir di masjid, baik dalam bentuk shalat sunnah, dzikir pagi dan petang, maupun membaca Al-Qur’an, membawa banyak berkah. Dalam hadis ini, disebutkan bahwa malaikat akan mengelilingi orang yang berdzikir, yang menjadikan masjid sebagai tempat yang penuh dengan rahmat dan ketenangan.