عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدُّؤَلِيِّ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ عِندَ أَبِي ذَرٍّ قَالَ يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ فِي كُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ؛ فَلَهُ بِكُلِّ صَلاَةٍ صَدَقَةٌ، وَصِيَامٍ صَدَقَةٌ، وَحَجٍّ صَدَقَةٌ، وَتَسْبِيحٍ صَدَقَةٌ، وَتَكْبِيرٍ صَدَقَةٌ، وَتَحْمِيدٍ صَدَقَةٌ(رواه أبو داود:1288)
Artinya: Dari Abu Al-Aswad Ad-Du’ali, ia berkata: Ketika kami berada di sisi Abu Dzar, ia berkata: ‘Setiap sendi (sulama) dari salah satu kalian setiap hari wajib dikeluarkan sedekah darinya. Maka untuk setiap shalat adalah sedekah, puasa adalah sedekah, haji adalah sedekah, tasbih adalah sedekah, takbir adalah sedekah, dan tahmid pun adalah sedekah ( HR. Abi Dawud 1288).
Hadis ini menjelaskan bahwa Hadis ini sangat relevan dengan sunnah-sunnah ringan yang dapat dilakukan di masjid. Di antaranya adalah membaca zikir pagi dan petang dengan penuh kekhusyukan, menunaikan shalat-shalat sunnah seperti Dhuha, Rawatib, dan Tahiyyatul Masjid, serta bersedekah dengan lisan melalui ucapan dzikir dan doa. Semua amalan ini bisa dikerjakan di dalam masjid dalam suasana yang tenang dan penuh keikhlasan, sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat tubuh dan kehidupan yang Allah anugerahkan setiap hari.