عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ إِلاَّ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ (رواه ابو داود)
Artinya: Dari Muhammad bin Al-Munkadir, dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang mengucapkan ketika mendengar azan:
اللَّهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاةِ القَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
(Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang ditegakkan, berilah Muhammad al-Wasilah dan al-Fadhilah, dan bangkitkanlah dia pada kedudukan yang terpuji yang telah Engkau janjikan), maka ia akan mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat( HR. Abu Dawud 529).
Hadis ini menjelaskan bahwa Hadis ini menjelaskan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi seorang Muslim ketika mendengar azan, yaitu membaca doa setelahnya. Dalam doa ini, kita memohon kepada Allah agar memberikan kedudukan istimewa kepada Nabi Muhammad SAW, yakni al-Wasilah (kedekatan tertinggi kepada Allah) dan al-Fadhilah (kemuliaan tertinggi), serta kedudukan al-Maqam al-Mahmud (kedudukan terpuji) yang dijanjikan Allah dalam Al-Qur’an (lihat QS. Al-Isra: 79).
Hadis ini juga menunjukkan besarnya keutamaan membaca doa tersebut yakni mendapatkan syafa’at Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat, sebuah keistimewaan besar yang menjadi harapan setiap Muslim. Ini termasuk bagian dari adab-adab ketika azan yang berkaitan dengan amal sunnah di masjid, karena azan merupakan panggilan utama ke masjid untuk shalat berjamaah.