عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا حُمَيْدٍ أَوْ أَبَا أُسَيْدٍ الأَنْصَارِىَّ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلْيُسَلِّمْ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ لْيَقُلِ اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ فَإِذَا خَرَجَ فَلْيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ (روى ابو داود:465)
Artinya: Dari ‘Abdul Malik bin Sa‘id bin Suwayd, ia berkata: Aku mendengar Abu Humayd atau Abu Usayd Al-Anshari berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka hendaklah ia mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ, kemudian berdoa: ‘Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.’ Dan apabila keluar, hendaklah ia berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu (HR. Abu Dawud 465).
Hadis ini menjelaskan bahwa hadis ini mengajarkan adab masuk dan keluar masjid yang mencerminkan penghormatan, kerendahan hati, dan permohonan seorang Muslim kepada Allah. Ketika memasuki masjid, Rasulullah ﷺ memerintahkan agar seseorang mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ sebagai bentuk penghormatan atas peran beliau dalam menyampaikan Islam.