عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِي جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الْأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ: بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ ( روه الترمزي ٢٤١ )
Hadis dari Anas bin Malik RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: barang siapa shalat karena Allah selama empat puluh hari dalam jamaah, dan ia mendapatkan takbiratul ula (takbir pertama bersama imam), maka akan dituliskan baginya dua pembebasan: pembebasan dari neraka dan pembebasan dari sifat munafik
(HR Tirmidzi: 241)
Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan menjaga shalat berjamaah di masjid, terutama dengan mendapatkan takbir pertama (takbiratul ihram) bersama imam. Ini bukan hanya tentang kehadiran fisik, tapi juga kesungguhan dan keistiqamahan dalam beribadah. Barangsiapa yang bisa melakukannya dengan niat ikhlas karena Allah selama 40 hari berturut-turut, Allah akan menganugerahkannya dua kemuliaan: bebas dari api neraka dan dari sifat kemunafikan. Ini menjadi motivasi kuat bagi muslim untuk lebih menjaga waktu dan kualitas shalatnya.