Hadis 38


عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ  يَعْجَبُ رَبُّكُمْ مِنْ رَاعِى غَنَمٍ فِى رَأْسِ شَظِيَّةٍ بِجَبَلٍ يُؤَذِّنُ بِالصَّلاَةِ وَيُصَلِّى فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِى هَذَا يُؤَذِّنُ وَيُقِيمُ الصَّلاَةَ يَخَافُ مِنِّى فَقَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِى وَأَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ

 ( روه البخاري ٦٣١ )

Hadis dari ‘Uqbah bin ‘Āmir, ia berkata: aku mendengar Rasulullah saw bersabda: Rabb kalian kagum terhadap seorang gembala kambing di puncak bukit yang tinggi, yang mengumandangkan azan untuk shalat dan melaksanakan shalat. Maka Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: lihatlah hamba-Ku ini, ia mengumandangkan azan dan menegakkan shalat, ia takut kepada-Ku. Sungguh, Aku telah mengampuni hamba-Ku ini dan Aku telah memasukkannya ke dalam surga( HR abu dawud: 1205)

Hadis ini menggambarkan betapa besar nilai ibadah yang dilakukan dengan ikhlas, meskipun tidak dilihat manusia. Allah memuliakan hamba yang tetap menjaga shalat, meskipun sendirian di tempat yang sunyi, karena ketakwaan dan rasa takutnya kepada Allah. Ini menunjukkan bahwa kualitas amal lebih utama dari sekadar keramaian atau perhatian manusia.