عَنْ قَيْسٍ عَنْ جَرِيرٍ قَالَ: كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَظَرَ إِلَى الْقَمَرِ لَيْلَةً – يَعْنِي الْبَدْرَ – فَقَالَ: إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ، لَا تُظَامُونَ فِي رُؤْيَتِهِ، فَإِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَلَّا تُغْلَبُوا عَلَىٰ صَلَاةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا فَافْعَلُوا». ثُمَّ قَرَأَ: { وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ } ( روه البخاري ٥٢٩)
Hadis dari Qais, dari Jarir, ia berkata: kami sedang duduk bersama Nabi saw, lalu beliau memandang bulan di malam purnama, kemudian bersabda: sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini. Kalian tidak akan kesulitan dalam melihat-Nya, sebagaimana kalian tidak kesulitan melihat bulan, maka jika kalian mampu untuk tidak meninggalkan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum matahari terbenam, maka lakukanlah. Kemudian Rasulullah saw membaca firman Allah:{وسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya (HR. Bukhari : 529)
Hadis ini memiliki dua kandungan utama janji agung di akhirat dan anjuran kuat untuk menjaga shalat Subuh dan Ashar. Nabi saw memberi kabar gembira bahwa di akhirat kelak, orang-orang beriman akan melihat Allah secara langsung, sebagaimana mereka melihat bulan purnama jelas, nyata, dan tanpa kesulitan. Ini adalah kenikmatan tertinggi di surga, yang tidak ada bandingannya. Namun, untuk mendapatkan kenikmatan besar tersebut, Rasulullah saw mengaitkannya dengan menjaga shalat Subuh dan Ashar. Kedua waktu ini disebut dalam ayat Al-Qur’an yang dibacakan oleh Rasulullah saw sebagai waktu yang mulia dan dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, dan juga sebagai waktu yang sering luput dari perhatian banyak orang karena pagi hari biasanya sibuk memulai aktivitas, dan sore hari menjelang istirahat. Shalat Subuh dan Ashar sering disebut dalam banyak hadits sebagai pengukur keimanan, dan menjaga keduanya menjadi tanda kecintaan kepada Allah dan keinginan untuk mendapatkan ridha-Nya. Maka dari itu, menjaga dua shalat ini menjadi kunci untuk melihat Allah di akhirat, sebagaimana dijelaskan dalam hadits ini.