Hadis 28


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَلَّى ٱلْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ ٱللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ ٱلشَّمْسُ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ [قَالَ]: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَامَّةً تَامَّةً ( روه الترمزي ٥٨٦)

Hadis dari Anas bin Malik, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: barang siapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian ia duduk (di tempat shalatnya) berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu ia shalat dua rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah, Rasulullah saw menegaskan Sempurna, sempurna, (HR. Tirmidzi :586 )

Hadis ini menjelaskan keutamaan luar biasa bagi orang yang melaksanakan shalat Subuh berjamaah, kemudian tetap duduk di tempatnya untuk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lalu melaksanakan shalat sunnah dua rakaat (yang dikenal sebagai shalat isyraq). Rasulullah saw menjanjikan bahwa orang tersebut akan mendapatkan pahala setara dengan haji dan umrah, bahkan beliau menegaskannya sampai tiga kali dengan kata: Tammah tammah tammah (sempurna, sempurna, sempurna). Ini menunjukkan betapa besarnya nilai amalan ini di sisi Allah, meskipun terlihat ringan dan mudah dilakukan. Amalan ini bukan hanya bentuk ibadah fisik, tetapi juga mencakup ketenangan jiwa, kedekatan kepada Allah, dan keistiqamahan dalam dzikir. Hadits ini sangat memotivasi kita untuk memanfaatkan waktu pagi dengan sebaik-baiknya dan menunjukkan bahwa pagi hari adalah waktu yang penuh berkah, terutama bila diisi dengan ibadah dan mengingat Allah.