قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَثْقَلُ ٱلصَّلَاةِ عَلَى ٱلْمُنَافِقِينَ الْعِشَاءُ وَٱلْفَجْرُ ( روه البخاري ٦٢٦)
Hadis dari abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh.(HR. Bukhari no 626 )
Hadis ini menjelaskan tentang kesulitan yang dirasakan oleh orang-orang munafik dalam melaksanakan dua shalat yang sangat penting, yaitu shalat Subuh dan shalat Isya. Rasulullah saw menyatakan bahwa bagi orang yang munafik, kedua shalat ini terasa sangat berat dan sulit untuk dilaksanakan. Alasan utama mengapa shalat Subuh dan Isya menjadi berat bagi orang-orang munafik adalah karena ketidak sungguhan mereka dalam beribadah. Orang munafik hanya melaksanakan ibadah secara terpaksa dan untuk menunjukkan bahwa mereka adalah bagian dari umat Islam, namun tidak ada ketulusan dalam hati mereka. Shalat-shalat ini dilakukan pada waktu yang tidak nyaman, di mana shalat Subuh dilakukan pada waktu pagi hari sebelum matahari terbit, dan shalat Isya pada malam hari, setelah aktivitas seharian selesai, yang mana waktu-waktu ini sering kali penuh dengan kesulitan bagi orang yang tidak benar-benar menghayati keutamaan ibadah.
Hadis ini juga menjadi pengingat bagi kita untuk mengingatkan diri sendiri akan pentingnya ketulusan dalam melaksanakan ibadah. Orang yang benar-benar beriman akan merasa bahagia dan tergerak untuk shalat meskipun pada waktu yang sulit, sedangkan orang yang munafik akan merasa terbebani.