عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم يَقُولُ مَا مِنْ ثَلاَثَةٍ فِى قَرْيَةٍ وَلاَ بَدْوٍ لاَ تُقَامُ فِيهِمُ الصَّلاَةُ إِلاَّ قَدِ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَعَلَيْكَ بِالْجَمَاعَةِ فَإِنَّمَا يَأْكُلُ الذِّئْبُ الْقَاصِيَةَ (روه ابو دود ٥٤٧)
Hadis dari abu Darda, ia berkata: saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: tidak ada tiga orang di suatu desa atau tempat tinggal yang tidak melaksanakan shalat, kecuali mereka akan dikuasai oleh setan. Maka, hendaklah kalian berjamaah, karena sesungguhnya serigala hanya memakan kambing yang terpisah dari kawanan (HR. Abu Dawud : 547)
Hadis ini menekankan pentingnya shalat berjamaah, baik di desa maupun di daerah terpencil. Rasulullah SAW menyatakan bahwa jika sekelompok orang (terutama tiga orang) tidak melaksanakan shalat berjamaah, mereka akan menjadi sasaran gangguan setan yang berusaha menjauhkan mereka dari kebaikan dan ibadah. Dalam hadits ini, Rasulullah saw memberi gambaran dengan perumpamaan bahwa serigala hanya akan memangsa kambing yang terpisah dari kawanan, yang menunjukkan bahwa umat Islam yang menjauh dari jamaah atau tidak melaksanakan shalat berjamaah, akan lebih mudah diserang oleh godaan setan. Oleh karena itu, Rasulullah saw mengajak umat Islam untuk menjaga ibadah berjamaah, yang tidak hanya membawa kebaikan dan keberkahan, tetapi juga menjadi pelindung dari godaan setan dan keburukan. Shalat berjamaah menjadi cara yang efektif untuk memperkuat ukhuwah (persaudaraan) dan menjaga keteguhan iman dalam komunitas.