عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِىِّ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ قَعَدَ فِى مُصَلاَّهُ حِينَ يَنْصَرِفُ مِنْ صَلاَةِ الصُّبْحِ حَتَّى يُسَبِّحَ رَكْعَتَىِ الضُّحَى لاَ يَقُولُ إِلاَّ خَيْرًا غُفِرَ لَهُ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ ». ( روه ابو دود ١٢٨٩)
Hadis dari Sahl bin Mu’adz bin Anas Al-Juhani, dari ayahnya, bahwa Rasulullah saw bersabda: barang siapa yang duduk di tempat shalatnya setelah shalat subuh hingga mengerjakan dua rakaat shalat dhuha, tidak mengucapkan kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni, meskipun dosanya sebanyak buih di lautan
(HR abu dawud :1289)
Hadis ini mengandung keutamaan bagi umat Islam yang memanfaatkan waktu setelah shalat subuh untuk beribadah dan berzikir. Rasulullah menjelaskan bahwa seseorang yang tetap duduk di tempat shalatnya setelah menunaikan shalat subuh, berzikir atau berbicara hanya dengan kebaikan, lalu melanjutkan dengan melaksanakan shalat dhuha, akan mendapatkan ampunan dari Allah atas dosa-dosanya. Bahkan, dosa-dosa tersebut akan diampuni meskipun jumlahnya sangat banyak, seperti buih di lautan. Hadis ini mengajarkan kepada kita pentingnya menjaga waktu pagi untuk beribadah dan memperbanyak amalan shalih, karena waktu tersebut merupakan waktu yang penuh berkah. Selain itu, hadis ini juga menunjukkan betapa besar pengampunan Allah bagi hamba-Nya yang berusaha menjaga lisannya dan berbuat kebaikan, terutama di waktu-waktu yang penuh berkah seperti setelah shalat subuh.