حَدَّثَنِي رَبِيعَةُ بْنُ كَعْبٍ الْأَسْلَمِيُّ قَالَ: كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَيْتُهُ بِوُضُوءِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ لِي: سَلْ، فَقُلْتُ: أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ؟ قَالَ: أَوْ غَيْرُ ذَلِكَ؟ قُلْتُ: هُوَ ذَلِكَ. قَالَ: فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ. ( روه مسلم
226
Hadis dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami RA, ia berkata: aku pernah bermalam bersama Rasulullah saw, lalu aku membawakan air wudhu dan keperluan beliau. Maka beliau bersabda: mintalah aku menjawab: aku memohon agar bisa menemanimu di surga. Rasulullah saw berkata: apakah ada permintaan lain? Aku menjawab: Itulah permintaanku, maka beliau bersabda: bantulah aku untuk (mewujudkan) permintaanmu itu dengan memperbanyak sujud (HR. Muslim : 226)
Hadis ini mengandung pesan yang sangat dalam tentang cita-cita seorang mukmin dan cara mencapainya. Rabi’ah bin Ka’ab, seorang sahabat yang sangat mencintai Rasulullah saw, tidak meminta harta, kesehatan, atau keberkahan dunia, melainkan meminta kedekatan dengan Nabi saw di surga. Ini menunjukkan keutamaan mencintai Rasulullah dan menjadikan akhirat sebagai tujuan utama hidup. Jawaban Rasulullah saw sangat bijak. Beliau tidak hanya mendoakan, tapi juga memberi petunjuk amal: “Bantulah aku atas permintaanmu itu dengan memperbanyak sujud. Sujud adalah bagian utama dari shalat, maka makna dari “memperbanyak sujud” di sini adalah memperbanyak sholat, baik fardhu maupun sunnah. Ini menunjukkan bahwa sholat adalah kunci utama untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan bahkan bisa menjadi jalan untuk meraih kedudukan tinggi di surga, termasuk bersama Rasulullah saw. Dengan kata lain, kedekatan dengan Rasulullah di surga bukan hanya karena cinta, tapi juga harus dibarengi dengan amal nyata, dan salah satu amal yang paling disukai oleh Allah adalah sujud dalam sholat. Hadits ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk memperbanyak sujud sebagai bentuk ibadah yang penuh ketundukan dan cinta.