Hadis 27


عَنْ أَبِي مَحْذُورَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ هَذَا الْخَبَرِ، وَفِيهِ: ٱلصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ ٱلنَّوْمِ، ٱلصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ ٱلنَّوْمِ” فِي ٱلْأُولَى مِنَ ٱلصُّبْحِ ( روه ابو دود ٥٠١)

Hadis dari abu Mahdzurah, ia meriwayatkan dari Nabi saw mengenai adzan, bahwa terdapat tambahan dalam adzan Subuh, yaitu ucapan: as-shalaatu khayrun minan-nawm, as-shalaatu khayrun minan-nawm, shalat lebih baik dari pada tidur, shalat lebih baik dari pada tidur, yang dibaca pada adzan pertama Subuh (HR. Abu Dawud: 501 )

Hadis ini menjelaskan tentang tambahan lafaz khusus dalam adzan Subuh, yaitu ucapan As-shalaatu khayrun minan-nawm (shalat lebih baik daripada tidur). Kalimat ini tidak terdapat dalam adzan untuk shalat lainnya, dan menjadi ciri khas adzan Subuh. Penambahan ini adalah ajaran langsung dari Nabi Muhammad, yang menunjukkan perhatian besar terhadap keutamaan shalat Subuh, khususnya karena waktu Subuh adalah waktu yang berat bagi banyak orang karena masih dalam keadaan mengantuk atau baru bangun tidur. Pesan dari tambahan ini sangat dalam: ia menjadi pengingat bagi kaum Muslimin bahwa meskipun tidur itu nikmat, shalat lebih utama dan lebih baik di sisi Allah. Lafaz ini juga menjadi motivasi spiritual untuk bangun dan menyambut pagi hari dengan ibadah, bukan hanya istirahat. Dengan demikian, hadits ini mengandung pelajaran penting bahwa ibadah memiliki kedudukan lebih tinggi daripada kesenangan dunia, dan bahwa mengawali hari dengan ketaatan kepada Allah adalah bentuk kemenangan ruhani yang besar.