عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَصْلُ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
(رواه مسلم : ۱٨۳٦)
dari Amru bin Al Ash RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: Perbedaan antara puasa kita dengan puasanya Ahli Kitab adalah makan sahur [Hr Muslim : 1836]
Hadis ini menjelaskan tentang salah satu perbedaan antara umat Islam dan Ahlul Kitab (Yahudi dan Nasrani) dalam berpuasa, yaitu adanya makan sahur. Rasulullah SAW bersabda bahwa pembeda antara puasa umat Islam dan puasa Ahlul Kitab adalah makan sahur. Dengan demikian, sahur menjadi amalan yang tidak hanya bermanfaat secara fisik untuk memberikan kekuatan dalam menjalani puasa, tetapi juga menjadi syiar dan identitas umat Islam. Dalam Islam, sahur dianjurkan walaupun hanya dengan seteguk air, karena di dalamnya terdapat keberkahan. Hadis ini menekankan pentingnya menjaga ciri khas keislaman dalam beribadah, termasuk dalam hal kecil seperti makan sahur sebelum berpuasa.