عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : «لَا يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ إِلَّا أَنْ يَكُونَ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمَهُ فَلْيَصُمْ ذَٰلِكَ الْيَوْمَ». ( رواه البخاري : ۱٨۱۵)
dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW bersabda : Janganlah seorang dari kalian mendahului bulan Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari kecuali apabila seseorang sudah biasa melaksanakan puasa (sunnah) maka pada hari itu dia dipersilahkan untuk melaksanakannya. [Hr al-Bukhari : 1815]
Hadis ini memberikan petunjuk tentang puasa sebelum Ramadan. Secara umum, Nabi SAW melarang umat Islam untuk berpuasa pada hari-hari tertentu menjelang bulan Ramadan, yaitu hari atau dua hari sebelum dimulainya bulan Ramadan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kesalahan dalam menetapkan awal puasa Ramadan.