Amalan-amalan sunnah hari Jum’at


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « مَنِ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِى السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِى السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ ، وَمَنْ رَاحَ فِى السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً ، وَمَنْ رَاحَ فِى السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً ، فَإِذَا خَرَجَ الإِمَامُ حَضَرَتِ الْمَلاَئِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ » . تحفة 12569 – 4/2

Artinya: Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat untuk bersuci dari najis besar, kemudian kembali, maka seolah-olah ia telah berkurban seekor unta. Barangsiapa yang kembali pada waktu kedua, maka seolah-olah ia telah berkurban seekor sapi. Barangsiapa…” Barangsiapa yang pergi pada waktu ketiga, maka seolah-olah ia telah berkurban seekor domba jantan bertanduk. Barangsiapa yang berangkat pada waktu yang keempat, maka seolah-olah dia telah berkurban seekor ayam. Barangsiapa yang berangkat pada waktu kelima, maka seolah-olah dia telah berkurban seekor telur. Ketika imam keluar, para malaikat hadir dan mendengarkan dzikir tersebut.” Karya Agung 12569 – 4/2.

Hadis ini menyebutkan beberapa keutamaan-keutaman dari bersuci pada hari Jum’at.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ عُمَرَ – رضى الله عنه – بَيْنَمَا هُوَ يَخْطُبُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِذْ دَخَلَ رَجُلٌ فَقَالَ عُمَرُ لِمَ تَحْتَبِسُونَ عَنِ الصَّلاَةِ فَقَالَ الرَّجُلُ مَا هُوَ إِلاَّ سَمِعْتُ النِّدَاءَ تَوَضَّأْتُ . فَقَالَ أَلَمْ تَسْمَعُوا النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « إِذَا رَاحَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ » . طرفه 878 – تحفة 10667

Artinya: Dari Abu Hurairah, bahwa ketika Umar RA, sedang menyampaikan khutbah pada hari Jumat, datanglah seorang laki-laki. Umar berkata, “Mengapa kamu menunda-nunda shalat?” Lelaki itu berkata, “Saya baru saja mendengar adzan dan sedang berwudhu.” Dia berkata: Tidakkah kalian mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian pergi ke shalat Jumat, maka hendaklah ia mandi.” Tarfa 878 – Mahakarya 10667.

Hadis ini berisi tentang anjuran mandi sebelum shalat Jum’at.

عَنْ سَلْمَانَ الْفَارِسِىِّ قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « لاَ يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ ، وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ ، وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ ، أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ ، فَلاَ يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ، ثُمَّ يُصَلِّى مَا كُتِبَ لَهُ ، ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الإِمَامُ ، إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الأُخْرَى » . طرفه 910 – تحفة 4493

 

Artinya: Dari Salman al-Farisi, ia berkata: Nabi SAW, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian, bersabda: “Seorang pria tidak boleh mandi pada hari Jumat, bersuci semampunya, mengurapi dirinya dengan minyaknya, atau menyentuh sebagian parfum rumahnya, kemudian keluar dan tidak memisahkan antara dua orang, kemudian…” Dia shalat apa yang disyariatkan baginya, kemudian mendengarkan dengan saksama ketika imam berbicara, kecuali bahwa apa yang ada di antara hari Jumat itu dan hari berikutnya akan diampuni.” Tarfa 910 – Mahakarya 4493.

Hadis ini menegaskan pada kita tentang hakikat utama dari bersuci pada hari Jum’at,

قَالَ طَاوُسٌ قُلْتُ لاِبْنِ عَبَّاسٍ ذَكَرُوا أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « اغْتَسِلُوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْسِلُوا رُءُوسَكُمْ وَإِنْ لَمْ تَكُونُوا جُنُبًا ، وَأَصِيبُوا مِنَ الطِّيبِ » . قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ أَمَّا الْغُسْلُ فَنَعَمْ ، وَأَمَّا الطِّيبُ فَلاَ أَدْرِى . طرفه 885 – تحفة 5757

Artinya: Tawus berkata: Aku berkata kepada Ibnu Abbas: Mereka meriwayatkan bahwa Nabi SAW: “Mandilah pada hari Jumat, cucilah kepala kalian meskipun kalian tidak dalam keadaan uzur, dan pakailah wewangian.” Ibnu Abbas berkata: Adapun mandi, ya, namun mengenai wewangian, aku tidak tahu. Tarfa 885 – Mahakarya 5757.

Hadis ini menjelaskan keringan terhadap anjuran Nabi SAW yaitu mandi pada hari Jum’at dengan cukup mencuci wajah saja.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – أَنَّهُ ذَكَرَ قَوْلَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فِى الْغُسْلِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقُلْتُ لاِبْنِ عَبَّاسٍ أَيَمَسُّ طِيبًا أَوْ دُهْنًا إِنْ كَانَ عِنْدَ أَهْلِهِ فَقَالَ لاَ أَعْلَمُهُ . طرفه 884 – تحفة 5692

Artinya: Dari Ibnu Abbas RA, bahwa dia menyebutkan sabda Nabi SAW tentang mandi pada hari Jum’at. Maka aku berkata kepada Ibnu Abbas, “Apakah dia boleh menyentuh minyak wangi atau parfum jika keluarganya memilikinya?” Dia berkata, “Saya tidak tahu.” Tarfa 884 – Tuhafah 5692.