عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ – رضى الله عنهما – أَنَّ تَلْبِيَةَ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ ، لاَ شَرِيكَ لَكَ . (رواه البخاري: ۱٥٤٩)
Artinya: hadis dari Abdullah bin Umar RA, bahwa talbiyah Rasulullah SAW adalah: labbaika Allahumma labbaik. Labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, laa syarika lak. (HR. al-Bukhari: 1549)
Hadis ini menjelaskan lafazh talbiyah yang diucapkan oleh SAW saat melaksanakan ibadah haji dan umrah. Lafazh talbiyah Rasul adalah: labbaik Allahumma labbaik, labbaik laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syariika lak. Kalimat ini mengandung makna pemenuhan panggilan Allah, pengakuan atas keesaan-Nya tanpa sekutu, serta penetapan bahwa segala pujian, nikmat, dan kekuasaan hanyalah milik Allah semata. Hadis ini memberikan tuntunan bagi umat Islam untuk mengucapkan talbiyah dengan lafazh yang sama atau yang serupa sebagai bentuk dzikir dan pengagungan kepada Allah selama dalam keadaan ihram hingga tiba waktu tahallul. Talbiyah ini menjadi ciri khas ibadah haji dan umrah, yang terus dilantunkan oleh jamaah sebagai jawaban atas panggilan Allah untuk berkunjung ke Baitullah.