عَنِ ابْنِ عُمَرَ – رضى الله عنهما – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا طَافَ بِالْبَيْتِ الطَّوَافَ الأَوَّلَ يَخُبُّ ثَلاَثَةَ أَطْوَافٍ ، وَيَمْشِى أَرْبَعَةً ، وَأَنَّهُ كَانَ يَسْعَى بَطْنَ الْمَسِيلِ إِذَا طَافَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ .(رواه البخاري:۱٦۱٧)
Artinya: hadis dari Ibn Umar RA, ia berkata: sesungguhnya Nabi SAW, apabila melakukan thawaf di Ka’bah pada thawaf yang pertama, beliau berlari-lari kecil (khabb) pada tiga putaran pertama, dan berjalan biasa pada empat putaran berikutnya. Dan sesungguhnya beliau berlari cepat di tengah lembah (lembah kecil) ketika sa’i antara Shafa dan Marwah. (HR. al-Bukhari: 1617)
Hadis ini menjelaskan dua sunnah Rasulullah SAW dalam pelaksanaan ibadah haji atau umrah. Pertama, ketika melakukan tawaf di Ka’bah pada putaran pertama (tawaf qudum), Nabi SAW melakukan khabb (berlari-lari kecil) pada tiga putaran pertama, kemudian berjalan biasa pada empat putaran sisanya. Kedua, ketika melakukan sa’i antara bukit Shafa dan Marwa, Nabi SAW berlari-lari kecil di bathnul masil (lembah atau tempat yang lebih rendah di antara kedua bukit tersebut). Hadis ini memberikan tuntunan bagi umat Islam untuk mengikuti sunnah Nabi dalam melaksanakan tawaf dan sa’i, khususnya dalam hal khabb pada tawaf qudum bagi laki-laki dan berlari-lari kecil di bathnul masil saat sa’i, sebagai bentuk penghormatan dan meneladani Rasulullah dalam beribadah.