عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ – رضى الله عنهما – قَالَ قَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَاذَا تَأْمُرُنَا أَنْ نَلْبَسَ مِنَ الثِّيَابِ فِى الإِحْرَامِ فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « لاَ تَلْبَسُوا الْقَمِيصَ وَلاَ السَّرَاوِيلاَتِ وَلاَ الْعَمَائِمَ ، وَلاَ الْبَرَانِسَ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ أَحَدٌ لَيْسَتْ لَهُ نَعْلاَنِ ، فَلْيَلْبَسِ الْخُفَّيْنِ ، وَلْيَقْطَعْ أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ ، وَلاَ تَلْبَسُوا شَيْئًا مَسَّهُ زَعْفَرَانٌ ، وَلاَ الْوَرْسُ ، وَلاَ تَنْتَقِبِ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ وَلاَ تَلْبَسِ الْقُفَّازَيْنِ » . (رواه البخاري: ۱٨٣٨)
Artinya: hadis dari Abdullah bin Umar RA, ia berkata: seorang lelaki berdiri dan berkata, wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kami untuk memakai dalam keadaan ihram? Rasulullah SAW bersabda, janganlah kalian mengenakan qamis (baju panjang), sarawil (celana panjang), imam (penutup kepala seperti sorban), dan baranis (jubah). Kecuali jika seseorang tidak memiliki sandal, maka ia boleh mengenakan khuffayn (sepatu kulit), dan memotong bagian bawahnya dari kedua mata kaki. Janganlah kalian mengenakan pakaian yang telah terkena za’faran (kunir atau pewarna dari kunyit) atau waras (sejenis pewarna lain). Dan wanita yang sedang ihram tidak boleh menutup wajahnya (berniqab) dan tidak boleh mengenakan kufazayn (sarung tangan). (HR. al-Bukhari: 1838)
Hadis ini menjelaskan tentang batasan pakaian yang dilarang dikenakan oleh orang yang sedang berihram. Ketika seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai jenis pakaian yang diperbolehkan saat ihram, Nabi menjawab dengan melarang beberapa jenis pakaian yang berjahit dan menutup anggota tubuh secara lazim, yaitu gamis (kemeja), celana, imamah (penutup kepala yang dililit), dan burnus (penutup kepala yang menyatu dengan jubah). Namun, terdapat pengecualian bagi seseorang yang tidak memiliki sandal, maka ia diperbolehkan memakai sepatu, tetapi dengan syarat memotong bagian bawahnya hingga di bawah mata kaki. Selain itu, orang yang berihram juga dilarang memakai pakaian yang terkena za’faran (pewarna kuning) atau wars (pewarna kuning kemerahan). Lebih lanjut, hadis ini juga menjelaskan larangan bagi wanita yang sedang berihram untuk bercadar (menutup wajah) dan memakai sarung tangan. Hadis ini memberikan panduan yang jelas mengenai batasan pakaian bagi laki-laki dan perempuan yang sedang melaksanakan ibadah ihram, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah.