Memakai Minyak Wangi Sebelum Berihram


عَنْ عَائِشَةَ – رضى الله عنها – قَالَتْ كُنْتُ أُطَيِّبُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَبْلَ أَنْ يُحْرِمَ وَيَوْمَ النَّحْرِ قَبْلَ أَنْ يَطُوفَ بِالْبَيْتِ بِطِيبٍ فِيهِ مِسْكٌ. (رواه المسلم: ٢٨٩٨)

Artinya: hadis dari ‘Aisyah RA, ia berkata: aku biasa memakaikan wewangian kepada Nabi SAW sebelum beliau berihram, dan pada hari Nahr (Idul Adha), sebelum beliau thawaf di Ka’bah, dengan wewangian yang mengandung misk (kasturi). (HR. Muslim: 2898)

 

Hadis yang diriwayatkan dari Aisyah RA ini menceritakan tentang kebiasaannya dalam memberikan wewangian kepada Nabi SAW pada dua waktu yang spesifik terkait ibadah haji. Pertama, sebelum Rasul memulai ihram, Aisyah memakaikan wewangian kepada Rasulullah. Kedua, pada hari Nahr (hari penyembelihan hewan kurban), sebelum Rasul melakukan tawaf di Ka’bah, Aisyah kembali memakaikan wewangian yang mengandung misk. Hadis ini menunjukkan bahwa menggunakan wewangian sebelum ihram dan sebelum tawaf pada hari Nahr adalah tindakan yang dilakukan oleh Nabi SAW. Hal ini menjadi dasar bagi umat Islam untuk mengikuti sunnah Rasulullah dalam beribadah, termasuk dalam memperhatikan kebersihan dan menggunakan wewangian yang baik dalam momen-momen penting ibadah haji. Kandungan misk dalam wewangian yang digunakan juga memberikan gambaran tentang jenis wewangian yang disukai pada masa itu.