عَنْ أَبِى بَكْرٍ الصِّدِّيقِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- سُئِلَ أَىُّ الْحَجِّ أَفْضَلُ قَالَ « الْعَجُّ وَالثَّجُّ » (رواه الترمذي: ٨٣٥)
Artinya: hadis dari Abu Bakar ash-Siddiq, bahwa Nabi SAW ditanya: haji mana yang paling utama? Rasulullah menjawab: haji yang penuh dengan al-‘ajj dan ath-thajj. (HR. al-Tirmidzi: 835)
Hadis yang diriwayatkan dari Abu Bakar ash-Shiddiq RA, menjelaskan bahwa Nabi SAW ditanya tentang haji yang paling utama, Rasul menjawab, al-‘ajj dan Ats-tsajj. al-‘ajj di sini merujuk pada meninggikan suara dalam bertalbiyah, yaitu mengucapkan kalimat “Labbaik Allahumma Labbaik…” dan seterusnya dengan suara yang keras. Sementara itu, ats-tsajj bermakna mengalirkan darah hewan kurban. Dengan demikian, hadis ini menjelaskan bahwa haji yang paling utama adalah haji yang di dalamnya diiringi dengan memperbanyak talbiyah dengan suara lantang sebagai bentuk pengagungan kepada Allah dan penyerahan diri kepada-Nya, serta menyembelih hewan kurban dengan niat mendekatkan diri kepada Allah dan berbagi rezeki dengan sesama. Hadis ini mendorong umat Islam yang melaksanakan ibadah haji untuk menghidupkan sunnah-sunnah tersebut agar ibadah mereka menjadi lebih utama dan mendapatkan pahala yang lebih besar.