Hadis 18 – Keutamaan Dishalatkan Empat Puluh Orang


حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ، وَهَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ، وَالْوَلِيدُ بْنُ شُجَاعٍ السَّكُونِيُّ، قَالَ الْوَلِيدُ: حَدَّثَنِي، وقَالَ الْآخَرَانِ: حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ، أَخْبَرَنِي أَبُو صَخْرٍ، عَنْ شَرِيكِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي نَمِرٍ، عَنْ كُرَيْبٍ، مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّهُ مَاتَ ابْنٌ لَهُ بِقُدَيْدٍ – أَوْ بِعُسْفَانَ – فَقَالَ: يَا كُرَيْبُ، انْظُرْ مَا اجْتَمَعَ لَهُ مِنَ النَّاسِ، قَالَ: فَخَرَجْتُ، فَإِذَا نَاسٌ قَدِ اجْتَمَعُوا لَهُ، فَأَخْبَرْتُهُ، فَقَالَ: تَقُولُ هُمْ أَرْبَعُونَ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: أَخْرِجُوهُ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ:

“مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ، فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا، لَا يُشْرِكُونَ بِاللهِ شَيْئًا، إِلَّا شَفَّعَهُمُ اللهُ فِيهِ”

رواه مسلم

Telah menceritakan kepadaku Harun bin Ma’ruf, telah menceritakan kepadaku Harun bin Said al-Ayyali, telah menceritakan kepadaku al-Walid bin Syuja’a al-Sakuni, telah menceritakan kepadaku al-Walid, telah menceritakan kepadaku al-Hakim, telah menceritakan kepadaku al-Hakim, telah menceritakan kepadaku al-Hakim, telah menceritakan kepadaku al-Hakim. Ibnu Wahab mengabarkan kepadaku, dari Abu Sukhra, dari Syuraik, putra Allah, putra Abu Nimr, dari Kuraib, pelayan terpercaya Ibnu Abbas, dari Ibnu Abbas, bahwa salah seorang putranya meninggal dunia di Qudaibah -atau Asfan-, lalu ia berkata, “Wahai Kuraib, lihatlah apa yang telah dikumpulkan orang-orang untuknya.” Ia berkata, “Aku keluar dan aku lihat orang-orang telah berkumpul untuknya, maka aku beritahukan kepadanya, dan ia berkata, ‘Aku beritahukan kepadanya: “Engkau mengatakan ada empat puluh orang?” Dia menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Keluarkanlah dia, karena aku mendengar Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, lalu empat puluh orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan Allah berdiri di pemakamannya, kecuali Allah akan memberikan syafaat kepadanya.’ (HR. Ibnu Mājah): Dari Syariq bin Abu Nimr, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas

HR. Muslim : 948