قَالَ أَخْبَرَنِى عَمْرٌو أَنَّ سَالِمًا الْفَرَّاءَ حَدَّثَهُ أَنَّ عَبْدَ الْحَمِيدِ مَوْلَى بَنِى هَاشِمٍ حَدَّثَهُ أَنَّ أُمَّهُ حَدَّثَتْهُ وَكَانَتْ تَخْدِمُ بَعْضَ بَنَاتِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّ بِنْتَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم- حَدَّثَتْهَا أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يُعَلِّمُهَا فَيَقُولُ « قُولِى حِينَ تُصْبِحِينَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ مَا شَاءَ اللَّهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَىْءٍ عِلْمًا فَإِنَّهُ مَنْ قَالَهُنَّ حِينَ يُصْبِحُ حُفِظَ حَتَّى يُمْسِىَ وَمَنْ قَالَهُنَّ حِينَ يُمْسِى حُفِظَ حَتَّى يُصْبِحَ ».(رواه ابو داود:٥٠٧٧)
Artinya:Dari Amr, ia berkata:“Salim al-Farā’ menceritakan kepadaku, bahwa ‘Abd al-Hamīd, seorang mawlā dari Bani Hāshim, menceritakan kepadanya bahwa ibunya yang dahulu melayani beberapa putri Nabi Saw menceritakan kepadanya bahwa salah satu putri Nabi Saw mengajarkan kepadanya bahwa Nabi Saw mengajarkan putrinya tersebut dengan berkata:‘Qūlī ḥīna tuṣbiḥīn: Subḥānallāh wa bi ḥamdiḥ, lā quwwata illā billāh, mā shā’ Allāh kān wa mā lam yashā’ lam yakun, a‘lamu annallāh ‘alā kulli shay’in qadīr, wa annallāh qad āḥāṭa bikulli shay’in ‘ilmā’(Katakanlah ketika kamu pagi: Maha Suci Allah dengan pujian-Nya, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah, apa yang Allah kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi, ketahuilah bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan bahwa Allah telah mencakup segala sesuatu dengan ilmu-Nya).”Barang siapa yang mengucapkannya ketika pagi, ia akan dijaga hingga sore hari, dan siapa yang mengucapkannya ketika sore, ia akan dijaga hingga pagi.” (H.R Abu Daud:5077)
Hadis ini menjelaskan tentang kalimat dzikir yang diajarkan oleh Nabi SAW kepada putrinya, yang juga bisa kita amalkan pada pagi dan sore hari. Kalimat yang diajarkan adalah: “Subhanallahi wa bihamdihi, la quwwata illa billah, ma sha’ Allah kan wa ma lam yashah lam yakun, a’lamu annallaha ‘ala kulli shay’in qadir, wa annallaha qad ahata bikulli shay’in ‘ilma.” Artinya: “Maha Suci Allah dengan pujian-Nya, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah, apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa yang tidak Allah kehendaki tidak akan terjadi. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan bahwa Allah telah mencakup segala sesuatu dengan ilmu-Nya.”