Pentingnya Memohon Ampun kepada Allah


 عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ فَقَدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَظَنَنْتُ أَنَّهُ أَتَى بَعْضَ جَوَارِيهِ فَطَلَبْتُهُ فَإِذَا هُوَ سَاجِدٌ يَقُولُ رَبِّ اغْفِرْ لِي مَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ (رواه النسائي:١١٢٤)

 Artinya:Dari Aisyah r.ha, beliau berkata: “Aku merasa kehilangan Rasulullah salallahu’alaihiwasalam, maka aku mengira beliau pergi ke salah satu istri beliau. Aku mencarikannya, dan ternyata beliau sedang sujud, sambil berkata, ‘Rabbi ighfir li ma asrartu wa ma a’lantu’ (Ya Tuhanku, ampunilah aku atas apa yang aku sembunyikan dan apa yang aku tampakkan).”( H.R. an-Nasa’i:1124)

Hadis ini menjelaskan tentang pentingnya memohon ampun kepada Allah, terutama terkait dengan kesadaran akan dosa yang tampak maupun yang tersembunyi. Aisyah r.ha. menceritakan kejadian ketika beliau merasa kehilangan Rasulullah saw. dan mencarikannya, lalu mendapati beliau sedang sujud sambil berdoa: “Rabbi ighfir li ma asrartu wa ma a’lantu”, yang artinya, “Ya Tuhanku, ampunilah aku atas apa yang aku sembunyikan dan apa yang aku tampakkan.” Rasulullah saw. menunjukkan kepada kita betapa pentingnya untuk memohon ampun kepada Allah atas segala dosa, baik yang terang-terangan maupun yang tersembunyi. Ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga hubungan baik dengan Allah, tidak hanya dengan perbuatan yang nampak, tetapi juga dengan hati yang tulus dan bersih.