عَنْ أَبِى بَرْزَةَ الأَسْلَمِىِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ بِأَخَرَةٍ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ مِنَ الْمَجْلِسِ «سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ». فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ لَتَقُولُ قَوْلاً مَا كُنْتَ تَقُولُهُ فِيمَا مَضَى. قَالَ « كَفَّارَةٌ لِمَا يَكُونُ فِى الْمَجْلِسِ »..(رواه ابو داود:٤٨٦١)
Artinya:”Rasulullah ﷺ di masa akhir-akhir hidupnya, apabila hendak bangkit dari suatu majelis, beliau mengucapkan:’Subḥānaka Allāhumma wa bi ḥamdik, asyhadu allā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilayk.'(Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan pujian-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu). Lalu seorang laki-laki berkata: “Wahai Rasulullah, sungguh engkau telah mengucapkan satu kalimat yang belum pernah engkau ucapkan sebelumnya.”Maka Rasulullah ﷺ menjawab:”Itu adalah kafarah (penghapus dosa) bagi apa yang terjadi di dalam majelis.”(H.R Abu Daud:4861)
Hadis ini menjelaskan tentang doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagai penutup majelis yang memiliki manfaat besar, yaitu sebagai penghapus dosa. Rasulullah SAW biasa mengucapkan doa ini setelah selesai dalam suatu majelis: “Subḥānaka Allāhumma wa bi ḥamdik, asyhadu allā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilayk.” Yang artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan pujian-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” Doa ini memiliki hikmah untuk menghapus dosa yang mungkin terjadi selama berlangsungnya majelis, baik dari perkataan yang tidak pantas atau hal-hal lain yang kurang baik. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa kalimat ini adalah kafarah (penghapus dosa) bagi apa yang terjadi di dalam majelis, sehingga kita diajarkan untuk mengucapkannya setelah mengakhiri suatu pertemuan atau majelis untuk mendapatkan pengampunan dari Allah.