عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِى سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ.لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ إِلاَّ أَحَدٌ قَالَ مِثْلَ مَا قَالَ أَوْ زَادَ عَلَيْهِ ». (رواه مسلم:٧٠١٩)
Artinya: Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa yang mengucapkan ‘Subhanallahi wa bihamdih’ seratus kali saat pagi dan sore, maka tidak ada seorang pun yang akan datang pada hari kiamat dengan sesuatu yang lebih baik dari apa yang dibawanya, kecuali seseorang yang mengucapkan seperti apa yang ia ucapkan atau menambahnya.” (H.R Muslim:7019)
Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan mengucapkan “Subhanallahi wa bihamdih” seratus kali pada pagi dan sore hari. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang mengucapkan dzikir ini dengan jumlah tersebut setiap pagi dan sore, maka tidak ada amal lain yang lebih baik yang akan dibawa seseorang pada hari kiamat, kecuali orang yang mengucapkannya dengan lebih banyak atau serupa. Hal ini menunjukkan betapa besar keutamaan dzikir yang dilakukan secara rutin pada waktu-waktu tertentu, seperti pagi dan sore, yang memberikan perlindungan dan pahala yang luar biasa di sisi Allah.