Keutamaan Dzikir untuk Mengatasi Kegelisahan


عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ رضى الله عنه قَالَ مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ وَإِذَا أَمْسَى حَسْبِىَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ سَبْعَ مَرَّاتٍ كَفَاهُ اللَّهُ مَا أَهَمَّهُ صَادِقًا كَانَ بِهَا أَوْ كَاذِبًا(رواه ابو داود:٥٠٨١)

.قال الشيخ الألباني : موضوع

Artinya:Dari Abu Darda r.a berkata: “Barangsiapa yang mengucapkan di waktu pagi dan di waktu sore: (Hasbiyallāhu lā ilāha illā huwa, ‘alayhi tawakkaltu wa huwa rabbul-‘arshil-‘aẓīm) sebanyak tujuh kali, maka Allah akan mencukupinya dari apa yang membuatnya gelisah, baik dia mengucapkannya dengan jujur maupun dengan dusta. ”(H.R Abu Daud:5081)

“Syaikh al-Albani berkata: Hadits ini palsu.”

Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan dzikir untuk mengatasi kegelisahan. Rasulullah saw. mengajarkan bahwa siapa saja yang mengucapkan kalimat “Hasbiyallāhu lā ilāha illā huwa, ‘alayhi tawakkaltu wa huwa rabbul-‘arshil-‘aẓīm” sebanyak tujuh kali di waktu pagi dan sore, Allah akan mencukupinya dari segala hal yang menyebabkan kegelisahan. Dzikir ini mengandung makna penyerahan total kepada Allah, yang merupakan satu-satunya yang dapat memberikan kecukupan dan mengatasi kekhawatiran kita. Bahkan, meskipun dzikir tersebut diucapkan dengan ketidaktulusan atau dusta, Allah tetap memberikan manfaatnya kepada orang yang mengucapkannya. Dengan mengamalkan dzikir ini, seorang Muslim akan merasa lebih tenang, percaya bahwa Allah akan mencukupkan segala kebutuhan dan melindunginya dari hal-hal yang dapat menyebabkan kegelisahan.