Keutamaan Dzikir pada Saat Sakaratul Maut dan Kehidupan


عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- «لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ لِلأَحْيَاءِ قَالَ « أَجْوَدُ وَأَجْوَدُ ».(رواه ابن ماجه:١٥١٣)

Artinya:Dari Isḥaq bin Abdullah bin Ja’far dari ayahnya, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Ajarkan kepada orang yang sedang sekarat di antara kalian kalimat ‘La ilaha illallah, al-Halim al-Karim, Subhanallahi Rabbil Arshil ‘Azim, al-Hamdulillahi Rabbil ‘Alamin.'”Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang masih hidup?” Beliau ﷺ menjawab, “Lakukan dengan lebih baik lagi.”  (H.R Ibnu Majah:1513)

Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan mengajarkan dzikir kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut dan kepada orang yang masih hidup. Rasulullah SAW mengajarkan kalimat-kalimat dzikir yang sangat penting, yaitu “La ilaha illallah, al-Halim al-Karim, Subhanallahi Rabbil Arshil ‘Azim, al-Hamdulillahi Rabbil ‘Alamin” (Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Penyantun, Maha Mulia, Maha Suci Allah, Tuhan Pemilik Arasy yang Agung, Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam). Dzikir ini diajarkan untuk menguatkan iman orang yang sedang sekarat, agar mereka menghadap Allah dengan kalimat tauhid yang murni, yang merupakan inti dari ajaran Islam.