Keutamaan Dzikir “Laa hawla wa laa quwwata illa billah” sebagai Perbendaharaan Surga


عَنْ حَازِمِ بْنِ حَرْمَلَةَ قَالَ مَرَرْتُ بِالنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ لِى « يَا حَازِمُ أَكْثِرْ مِنْ قَوْلِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ كُنُوزِ الْجَنَّةِ ».(رواه ابن ماجه:٣٩٥٨)

Artinya:Dari Hazim bin Harmalah, ia berkata:Aku pernah melewati Nabi SAW, lalu beliau bersabda kepadaku:“Wahai Hazim, perbanyaklah mengucapkan Laa hawla wa laa quwwata illa billah, karena sesungguhnya itu termasuk dari perbendaharaan (harta simpanan) surga.” (H.R Ibnu Majah:3958)

Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan dzikir “Laa hawla wa laa quwwata illa billah” (Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah) dan bagaimana dzikir ini dianggap sebagai salah satu harta simpanan yang ada di surga. Rasulullah SAW bersabda kepada Hazim bin Harmalah untuk memperbanyak mengucapkan kalimat ini, karena dzikir tersebut memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah. Dzikir ini mengandung pengakuan bahwa segala kemampuan dan kekuatan yang kita miliki berasal dari Allah semata. Dengan mengucapkannya, seorang hamba menunjukkan sikap tawakal dan ketergantungan penuh pada Allah dalam menghadapi segala situasi hidup. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai “perbendaharaan surga,” yang menunjukkan bahwa dzikir ini membawa pahala yang besar dan dapat menjadi bekal amal baik bagi seorang Muslim di akhirat.