Keutamaan Dzikir dalam Menghadapi Urusan Penting dan Doa yang Khusyuk


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا أَهَمَّهُ الأَمْرُ رَفَعَ رَأْسَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ « سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ ». وَإِذَا اجْتَهَدَ فِى الدُّعَاءِ قَالَ «يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ »..(رواه لترمذى:٣٧٦٧)

Artinya:Dari Abu Hurairah r.a, bahwa Nabi SAW apabila menghadapi suatu urusan penting, beliau mengangkat kepalanya ke langit seraya mengucapkan “Subhanallahi al-‘Azim” (Maha Suci Allah Yang Maha Agung). Dan apabila beliau bersungguh-sungguh dalam berdoa, beliau mengucapkan:”Ya Hayyu Ya Qayyum” (Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri [mengatur segala urusan]).(H.R at-Tirmizi:3767)

Hadis ini menjelaskan tentang keutamaan dzikir dan doa dalam menghadapi urusan penting. Rasulullah SAW memberikan teladan dengan mengangkat kepalanya ke langit dan mengucapkan “Subhanallahi al-‘Azim” (Maha Suci Allah Yang Maha Agung) ketika menghadapi suatu urusan yang penting. Dzikir ini menunjukkan pengakuan akan kebesaran dan keagungan Allah dalam setiap aspek kehidupan, khususnya saat kita menghadapi situasi yang memerlukan keputusan atau tindakan penting. Selain itu, ketika Rasulullah SAW bersungguh-sungguh dalam berdoa, beliau mengucapkan “Ya Hayyu Ya Qayyum” (Wahai Dzat Yang Maha Hidup, Maha Berdiri Sendiri [mengatur segala urusan]), yang mencerminkan keyakinan bahwa hanya Allah yang memiliki kekuasaan untuk mengatur segala urusan dan memberikan pertolongan.