قَالَ حَدَّثَنِى شَرِيقٌ الْهَوْزَنِىُّ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ رضى الله عنها فَسَأَلْتُهَا بِمَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-يَفْتَتِحُ إِذَا هَبَّ مِنَ اللَّيْلِ فَقَالَتْ لَقَدْ سَأَلْتَنِى عَنْ شَىْءٍ مَا سَأَلَنِى عَنْهُ أَحَدٌ قَبْلَكَ كَانَ إِذَا هَبَّ مِنَ اللَّيْلِ كَبَّرَ عَشْرًا وَحَمِدَ عَشْرًا وَقَالَ « سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ». عَشْرًا وَقَالَ « سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ». عَشْرًا وَاسْتَغْفَرَ عَشْرًا وَهَلَّلَ عَشْرًا ثُمَّ قَالَ « اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ ضِيقِ الدُّنْيَا وَضِيقِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ». عَشْرًا ثُمَّ يَفْتَتِحُ الصَّلاَةَ.(رواه ابو داود:٥٠٨٧)
Artinya:Dari Syariq al-Hawzani, ia berkata:“Saya masuk menemui Aisyah, semoga Allah meridhainya, dan saya bertanya kepadanya tentang apa yang biasa dilakukan Rasulullah Saw ketika bangun di malam hari. Aisyah pun berkata: ‘Kamu telah menanyakan sesuatu yang belum pernah ditanyakan oleh seseorang pun sebelumnya kepadaku. Sesungguhnya, ketika Rasulullah Saw bangun di malam hari, beliau bertakbir sepuluh kali, memuji Allah sepuluh kali, lalu mengucapkan:‘Subḥānallāh wa bi ḥamdiḥ’ sepuluh kali, kemudian mengucapkan:‘Subḥān al-Malik al-Quddūs’ sepuluh kali, kemudian beliau beristighfar sepuluh kali, lalu mengucapkan:‘Lā ilāha illallāh’ sepuluh kali, dan akhirnya beliau berkata:‘Allāhumma innī a‘ūdhu bika min ḍīqi al-dunyā wa ḍīqi yawm al-qiyāmah’(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan hidup dunia dan kesempitan hari kiamat).Beliau mengucapkan semua ini sepuluh kali, kemudian baru memulai shalat.” (H.R Abu Daud:5087)
Hadis ini menjelaskan tentang kebiasaan Rasulullah SAW ketika bangun di malam hari. Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW mengawali bangun malam dengan berbagai dzikir dan doa. Beliau mulai dengan takbir (Allahu Akbar) sepuluh kali, kemudian memuji Allah (Alhamdulillah) sepuluh kali. Selanjutnya, beliau mengucapkan “Subhanallahi wa bihamdihi” sepuluh kali, yang mengandung pengakuan atas kesucian Allah dan pujian-Nya. Kemudian, beliau mengucapkan “Subhanal Malik al-Quddus” sepuluh kali, yang merupakan pengagungan terhadap Allah sebagai Raja yang Maha Suci. Beliau juga beristighfar sepuluh kali, mengakui dosa-dosanya dan memohon ampunan-Nya. Setelah itu, beliau mengucapkan “Lā ilāha illallāh” sepuluh kali, mengingatkan diri akan keesaan Allah. Terakhir, beliau berdoa: “Allāhumma innī a’ūdhu bika min ḍīqi al-dunyā wa ḍīqi yawm al-qiyāmah” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan hidup dunia dan kesempitan hari kiamat). Setelah selesai dengan dzikir-dzikir tersebut, Rasulullah SAW baru memulai shalat.